Posts Tagged ‘fungsi’

Laporan Kunjungan “MANAJEMEN PRODUKSI DAN PENYIARAN RADIO MEGASWARA 100.8 FM BOGOR”

download pdf Laporan Kunjungan ke Megaswara 100 klik disini..!!!

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Radio merupakan salah satu media yang efektif begi masyarakat karena jangkauannya yang luas dan dapat menembus berbagai lapisan masyarakat. Radio sering ditempatkan sebagai ”sahabat” yang dapat menemani kegiatan sehari-hari para pendengarnya. Selain itu, radio pun dapat berfungsi sebagai alat penghibur, penyampai informasi, dan melaksanakan fungsi pendidikan bagi masyarakat.

Radio Megaswara 100.8 FM merupakan salah satu stasiun radio swasta yang telah lama berdiri di kota Bogor. Radio Megaswara 100.8 FM merupakan salah satu stasiun radio swasta yang sukses. Jangkauan stasiun radio ini meliputi daerah se-JABODETABEK bahkan sampai wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Kuningan. Megaswara 100.8 FM terus berkembang dengan pesat sebagai media elektronik (radio). Megaswara 100.8 FM berhasil menduduki posisi jawara di kota Bogor dan meraih peringkat ketiga se-JABODETABEK (survey AC Nielsen 2008).

Keberhasilan suatu stasiun radio, sangat ditentukan oleh manajemen yang dilakukan di stasiun radio tersebut. Manajemen tim kerja, produksi siaran, serta pengaturan keuangan yang baik akan mempu mendukung terbentuknya suatu stasiun radio yang kuat dan besar. Megaswara 100.8 FM merupakan salah satu stasiun radio terbesar pada saat ini, sehingga sangat menarik tentunya mengamati dan mengetahui sistem manajemen yang dilaksanakan di Megaswara 100.8 FM.

2. Tujuan

Pembuatan laporan ini memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, adapaun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan laporan ini adalah:

1.      Mengetahui sistem manajerial di Megaswara 100.8 FM

2.      Mengetahi teknik penyiaran di Megaswara 100.8 FM, dan

3.      Mengetahui sistem keuangan dan pendanaan Megaswara 100.8 FM

TINJAUAN PUSTAKA

1. Radio dan Perkembangannya

Radio merupakan salah satu bentuk media massa yang banyak digunakan masyarakat untuk mengakses informasi. Radio pertama kali ditemukan oleh Marconi pada tahun 1896. pada awalnya radio berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan berita ataupun untuk kepentingan kenegaraan secara umum. Radio ublik atau komersil baru muncul pada tahun 1920-an. Sejak itu perkembangannya  berkembang pesat. Radio merupakan sumber informasi yang komleks mulai dari fungsi tradisional, radio sebagai penyampai berita dan informasi, perkembangan ekonomi, pendongkrak popularitas dan kasir, hingga propaganda politik dan ideologi.

Di Indonesia, radio sebagai media yang terkait dengan medium kebutuhan local. Media komunikasi massa yang hanya memiliki skala lokalitas suatu daerah tertentu berbeda dengan televisi dan film yang skalanya nasional.

Perkembangan radio di Indonesia dimulai dari zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, masa kemerdekaan, dan zaman orde baru. Radio siaran disebut sebagai “The Fifth Estate” atau memilki lima kekuatan yaitu, fungsi kontrol sosial, memberikan informasi, menghibur, mendidik serta melakukan kegiatan persuasif.

Radio siaran memilki gaya penyiaran sendiri atau yang disebut radio siaran style, yaitu :

  • Imajinatif, pesan yang disampaikan kepada khalayak hanya mengandalkan pendengaran, sehingga menimbulkan imajinasi khalayak, selain itu karena pesan yang disampaikan bersifat selintas maka dapat membangkitkan imajinasi.
  • Audiotori, karena sifat pesan yang ahanya mengandalkan pendengaran, maka harus dikemas sejelas dan semenarik mungkin.
  • Sifat radio yang akrab dan intim karma umumnya radio didengarkan saat kita sedang mengerjakan sesuatu
  • Materi  siaran

Tahun 1960, merupakan era reformasi politik yang muncul suatu peraturan baru  bagi keberadaan  stasiun radio di indonesia yang membatasi dan mengikat radio berbasis kamus dan radio mahasiswa lain.

Pada tahun 1970 radio swasta disahkann oleh pemerintah. Pada tahun 1990 jumlah stasiun radio yang ada di indonesia meningkat, karena perusahaan atau orang konglomerasi banyak yang mendirikan stasiun radio menyiarkan kepentingan mereka.

Radio komunitas mulai berkembang pada tahun 2000. alasan pendirian radio komunitas ialah hanya membutuhkan tekhnologi sederhana, biaya yang murah serta siarannya dapat diajngkau secara gratis.

Radio mudah beradaptasi dan sering dengan kehebatanya menyajikan bentuk siaran “live” (secara langsung), tidak memerlukan pemrosesan film, tidak perlu menunggu proses pencetakan. Bahkan pada saat ini radio digunakan sebagai media pendidikan yang menggunakan konsep dan juga fakta.

2. Siaran Radio

Siaran radio merupakan kombinasi yang menggunakan simbol audio (suara) yang disiarkan dari stasiun pemancar radio dan diterima khalayak melalui pesawat penerima.  Dalam mempersiapkan acara siaran radio harus harus memperhatikan beberapa faktor yang menentukan efektifitasan siaran tersebut, yaitu :

  1. Faktor situasional atau lingkungan
  2. cara atau metode penyampaian
  3. materi siaran itu sendiri

Penyiar radio merupakan seseorang yang bertugas membawakan suatu acara, karenanya seorang penyiar dituntut memiliki keahlian yaitu komunikatif, interaktif, serta kreatif dalam membawakan acara agar acara yang dibawakannya dapat menarik perhatian pendengar. Sikap penyiar yang baik yaitu:

  1. sopan di udara sesuai dengan kebutuhan pendengar
  2. mampu menghargai waktu
  3. tanggung jawab dan rendah hati
  4. tidak menggurui.

Dari segi bahasa dan penuturan seorang penyiar harus memilki vokal yang jelas, pandai memih kata yang relevan dan aktual dengan acar, pandai berimprovisasi, menyesuaikan gaya penyaiaran dengan acara yang dbawakan serta inovatif. Selain itu penyiar juga harus memilki wawasan, yaitu :

  1. memiliki latar belakang sosial pendidikan memadai
  2. bersifat terbuka
  3. menerima kritik
  4. wawasan yang ditampilkan relevan dengan acara yang dibawakan, aktual, serta menyuguhkan informasi segar ke pendengar.

3. Produksi Siaran

Produk siaran merupakan ketrampilam memadukan wawasan kreatif dan kemampuan mengoperasikan peralatan produksi. Produk siaran merupakan hasil produk dari suatu stasiun radio yang merupakan hasil kerja tim sehingga perlu dukungan dan kekompakan.

Program siaran  banyak serta beragam kemasan yaitu :

  1. Berita informasi, dapat berupa siaran langsung dan tunda
  2. Iklan, harus dapat mengandung unsur yang menarik pendengar, berisi informasi, berisi informasi, dorongan untuk berubah, harapan dan
  3. Jinggel ,merupakan gabungan musik dan kata yang mengidentifikasikan kebutuhan stasiun radio
  4. Talk show, merupakan seni berbicara dan wawncara
  5. Infotainment

Keunggulan program siaran radio yaitu:

  1. Materi sesuai pendengar aktual
  2. Kemasan acara interaktif memikat
  3. Penempatan waktu siaran pada jam siar utama
  4. Pembawaan yang kreatif
  5. interaksi/partisipasi pendengar

Program acara yang dibuat harus dikemas semenarik mungkin agar dapat meningkatkan minat khalayak untuk mendengarkannya, syarat program acara yang baik, yaitu:

  1. Sesuai sasaran
  2. Harus utuh
  3. Kemasan bervariasi
  4. Orisini;
  5. Kualitas baik
  6. Bahasa sederhana

Selain memiliki beragam manfaat, radio juga memiliki beberapa kelemahan antara lain :

  1. mudah terganggu oleh cuaca
  2. komunikasinya hanya berlangsung searah
  3. terlalu cepat
  4. kurang autentik
  5. memiliki khalayak yang beragam
  6. tidak mendetail karena komunikasinya hanya disampaikan secara lisan

4. Manajemen Radio

Manajemen adalah rangkaian dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan / mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Pelaku kegiatan manajemen dikenal dengan istilah manajer. Tujuan kegiatan manajemen adalah untuk mengetahui apakah pembangunan dan implementasi kegiatan penyiaran radio dapat direncanaakn, dilaksanankan, dan dikendalikan, sehingga rencana bisnis penyiaran radio dapat dunyatakan layak atau sebaliknya. Fungsi fundamental proses manajemen penyiaran radio adalah perencanaan kegiatan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian penyiaran yang dilaksanakan. Aspek utama dalam kegiatan manajemen penyiaran radio adalah teknik penyiaran radio yang dilaksanakan, pemasaran, keuangan, organisasi, dan lingkungan.

Stasiun radio yang baik pada umumnya memiliki minimal terdapat 3 divisi utama dalam struktur organisasinya, yaitu divisi program, divisiteknis, dan divisi pemasaran. Divisi program bertanggunggung jawab dalam perancangan isi dan produksi siaran. Divisi teknis bertanggung jawab untuk mempersiapkan berbagai saran dan prasarana penunjang untuk kelancaran program siaran. Divisi pemasaran bertanggung jawab terhadapa kelancaran pelaksanaan operasional.

BAHAN DAN METODE

1. Waktu dan Tempat

Kegiatan kunjungan wawancara dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Januari 2009 bertempat di kantor Megaswara 100.8 FM di Jalan Surya Kencana, Bogor.

2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan laporan ini berasal dari kunjungan lapang dan hasil wawancara dengan Manajer HRD Megaswara 100.8 FM, selain itu juga digunakan berbagai studi literatur.

3. Metode Pelaksanaan

1.      Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok

2.      Setiap kelompok melakukan kunjungan lapang ke Megaswara 100.8 FM

3.      Setiap kelompok melakukan wawancara dengan salah satu staf Megaswara 100.8 FM FM.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. ASPEK KHALAYAK

Salah satu indikator keberhasilan stasiun radio adalah banyaknya jumlah masyarakat yang mendengarkan radio tersebut. Oleh karena itu, penentuan segmentasi khalayak akan sangat penting perannya agar stasiuu radio terkait dapat menampilkan atau menyiarkan program-program yang diminati dan diinginkan oleh pendengar.

Secara umum Megaswara 100.8 FM 100,8 FM melakukan segementasi berdasarkan usia. Segmentasi tersebut adalah program untuk remaja (15-19 tahun), dewasa (20-39 tahun), dan orang tua (40 tahun ke atas). Penentuan segmentasi yang seperti ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu pertama: kemudahan dalam pembuatan program. Kedua, cakupannya khalaynya tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas. Tiga, kemudahan dalam mendapatkan umpan balik.    Namun, selain segmentasi yang berdasarkan usia juga dilakukan segmentasi berdasarkan hal-hal lainnya, diantaranya adalah jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial.

Umpan balik dari pendengar akan sangat membantu stasiun radio dalam membuat program-program yang menarik dimasa yang akan datang. Oleh karena itulah Megaswara 100.8 FM berusaha sebaik mungkin untuk memperoleh informasi mengenai umpan balik dari para pendengar. Berikut adalah beberapa hasil umpan balik dari para pendengar Megaswara 100.8 FM:

  • Berdasarkan usia, Megaswara 100.8 FM didominasi oleh oleh pendengar dari kalangan usia dewasa (20-39 tahun) yaitu sekitar 65% pendengar.
  • Berdasarkan pendidikan, tidak terdapat dominasi untuk pendengar Megaswara 100.8 FM. Namun dapat dikatakan bahwa para pendengar Megaswara 100.8 FM sebagian besar adalah kalangan berpendidikan yaitu >50% adalah SMU dan Akademi
  • Berdasarkan jenis kelamin, pendengar Megaswara 100.8 FM hampir seimbang antara pendengar pria dan wanita
  • Berdasarkan pekerjaan, pendengar Megaswara 100.8 FM didominasi oleh para pelajar dan mahasiswa.
  • Berdasarkan status sosial ekonomi, pendengar Megaswara 100.8 FM adalah masyarakat ekonomi menegah ke bawah.

Hasil yang lebih lengkap dapat dilihat pada halaman data pendengar pada bagian lampiran laporan. Hasil  umpan balik seperti inilah yang dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan-pembuatan program-program siara Megaswara 100.8 FM sehingga mampu menjadi stasiun radio terfavotit peringkat 2 se-JABODETABEK.

2. ASPEK TEKNIK PENYIARAN

Pembahasan mengenai produksi siara di Megaswara 100.8 FM tidak dilakukan pada teknis siaran yang akan dilangsungkan, akan tetapi akan dibahas lebih kepada program-program yang disiarkan oleh Megaswara 100.8 FM.

Megaswara 100.8 FM memiliki berbagai program siaran yang menarik. Program-program tersebut dibuat dan terus diperbaiki berdasarkan umpan balik yang didapat dari para pendengar dan prakiraan pendengar dimasa yang akan datang. Salah satu contoh yang dianggap paling berhasil adalah berubahnya format lagu-lagu yang disiarkan oleh Megaswara 100.8 FM. Sebelum tahun 2004 hampir sebagian besar lagu-lagu yang diputar di Megaswara 100.8 FM adalah lagu dangdut, namun dirasakan karena adanya perkembangan zaman yang juga mempengaruhi perkembangan selera konsumen. Maka Megaswara 100.8 FM mengubah komposisi lagu-lagu yang diputarkan. Dangdut Music, yang pada awalnya sangat mendominasi, sampai saat terakhir data pendengar dikeluarkan berubah hanya menjadi 15 %. Perubahan ini dinilai sangat berhasil karena yang pada awalnya Megaswara 100.8 FM yang hanya merupakan radio lokal dapat berkembang menjadi stasiun radio yang besar, bahkan telah mampu mengembangkan sayapnya keberbagai daerah seperti JABODETABEK, Cianjur, Sukabumi, dan Kuningan.

Program-program Megaswara 100.8 FM bersifat Community-Centered Programming”, yaitu program-program yang dibuat berpusat pada masyarakat. Megaswara 100.8 FM memiliki berbagai program yang menarik, yaitu Bogor Hot Channel, Lipstik, Rest Area, Coffee Break, Indo Fresh Music, dan lain-lain.  Program-program teresebut memiliki ciri khasnya masing-masing sehingga menjadi menarik dan saling melengkapi. (Data program Megaswara 100.8 FM dapat dilihat pada halaman jadwal acara radio pada bagian lampiran).

Selain program-program yang menarik, penempatan waktu program pun sangat menentukan program tersebut. Megaswara 100.8 FM dinilai telah mampu menempatkan program-programnya dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa siarannya, yaitu Bogor Hot Channel yang menyajikan informasi dan layanan masyarakat dilaksanakan pada pukul 06.00-09.00, program Lipstik yang menyajikan segala informasi mengenai wanita disiarkan pada saat Ibu-Ibu rumah tangga sedang santai yaitu pkl 09.00-12.00, Rest Area program yang disiarkan pada saat istirahat siang, dan program-program lainnya.

3. ASPEK ORGANISASI

Struktur organisasi atau tim kerja yang baik akan mampu meningkatkan hasil dan kinerja suatu instansi. Tim kerja Megaswara 100.8 FM dinilai sudah cukup baik karena telah terdapat 3 divisi yang merupakan jumlah minimal divi yang baik. Divisi – divisi tersebut adalah divisi teknis yang mengurusi persiapan teknis siaran, kemudian divisi program dan marketing yang mengurusi bidang program dan iklan , dan divisi keuangan dan SDM yang mengurusi keluar masuknya keuangan di Megaswara 100.8 FM serta mengurusi jumlah, klsifikasi, dan penambahan jumalah tenaga kerja. Adapun struktur organisasi yang terdapat di Megaswara 100.8 FM adalah sebagai berikut

Struktur Organisasi Megaswara 100.8 FM

Disamping struktur diatas juga terdapat  Divisi program seperti penyiar, reporter serta security termasuk karyawan non regular ( tidak bersifat tetap) atau honorer.

Secara umum manejer memiliki peranan yang cukup besar dalam menentukan keberhasilan stasiun radio Megaswara 100.8 FM ini. Seorang menejer memiliki tugas dalam menetapkan sasaran hasil dan rencana, mengorganisasikan agar terjadi keteraturan, memotivasi agar pegawai maksimal dalam melakukan pekerjaan, mengukur dan mengendalikan kinerja agar pencapaian organisasi, kelompok, dan individu terukur (tercipta pengendalian diri), dan mengembangkan kemampuan pegawai melalui pelatihan-pelatihan agar prestasi kerja dapat tercapai dengan baik. Evaluasi mengenai tim kerja dilakukan sebulan sekali. Megaswara 100.8 FM menggunakan pendekatan kekeluargaan dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalamnya. Prestasi kerja secara umum dilihat dari keberhasilan satu acara yang telah dibuat.

4. ASPEK KEUANGAN DAN KERJASAMA

Segala aktivitas Megaswara 100.8 FM sangat terkait dengan adanya pembiayaan aktivitas tersebut. Megaswara 100.8 FM atau yang badan hukumnya adalah PT. Radio Citra Megaswara 100.8 FM memiliki badan hukum perseroan terbatas. Oleh karena itu, sumber biaya investasi berdirinya Megaswara 100.8 FM berasal dari orang-orang yang duduk sebagai dewan komisaris perusahaan. Sedangkan Biaya operasional Megaswara 100.8 FM, semuanya berasal dari iklan dan sponsor.

Iklan-iklan yang menjadi sumber pemasukan Megaswara 100.8 FM sebagian besar adalah produk-produk yang biasa dikonsumsi oleh khalayak ekonomi menengah kebawah seperti bodrek, makanan, minuman, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan radio-radio besar lainnya seperti Mustang dan Prambors yang sumber pendanaannya berasal dari produk-produk untuk kalangan menengah ke atas. Namun, hal inilah yang menjadi keuntungan tersendiri untuk Megaswara 100.8 FM. Karena walaupun nominal yang diperoleh tidak terlalu besar, namun memiliki tingkat kintinuitas yang tinggi.

Besarnya nilai yang harus diberikan untuk iklan sebagian besar dibagi menjadi 2 kategori, yaitu iklan pada saat promi time dan iklan pada jam-jam biasa. Untuk lebih detail mengenai tarif pemasangan iklan di Megaswara 100.8 FM, dapat dilihat pada Rate Card pada lampiran.

Megaswara 100.8 FM banyak melakukan kerja sama untuk terus berkembang. Kerja sama yang sering dilakukan antara lain adalah kerja sama dengan pemerintah terutama mengenai perizinan, pelegalan, dan informasi dari pemerintah untuk masyarakat. Selain itu ada juga kerja sama dengan masyarakat yang umumnya  terkait dalam program layanan masyarakat, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kerja sama dengan perusahaan swasta yaitu terkait promosi, tempat penyiaran, dan lain-lain. Kerjasama yang baik ini sangat membantu Megaswara 100.8 FM untuk terus berkembang untuk mewujudkan cita-citanya guna menjadi stasiun radio no 1 di Indonesia.

KESIMPULAN DAN SARAN

Stasiun Megaswara merupakan salah salah satu stasiun radio besar di JABODETABEK dan sekitarnya. Manajemen yang baik menjadi faktor kunci utama dalam keberhasilan Megaswara 100.8 FM menjadi stasiun terfavorit no 2 se-JABODETABEK. Perbaikan terus-menerus dalam pelaksanaan manajemen menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan manajemen penyiaran radio. Terdapat 4 aspek minimal dalam manajemen stasiun radio yang harus diperhatikan, yaitu aspek khalayak, aspek penyiaran, aspek organisasi atau tim kerja, dan aspek keuangan dan kerja sama.

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim], 2008. Sejarah Perkembangan Radio. http://lilikzone.co.cc/?p=6.  [26 Januari 2008]

Hapsari, D. R. 2007. Peranan radio siaran dalam pengembangan masyarakat. Skripsi.. Institut Pertanian Bogor.

Handoko, T. H. 2000.  Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi.  Edisi I. BPFE. Yogyakarta. 463 hal

Jubido, B. K. U. 2007. Persepsi mahasiswa terhadap mutu siaran radio agri fm di Institut Pertanian Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Nasoetion, A. H. 2007.  Pengantar Ilmu-ilmu Pertanian.  PT Pustaka Litera AntarNusa.  Bogor. 178 hal.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit.  1994.  Pengantar Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit.  Medan. 142 hal.

Rimadias, S. 2005. pola mendengarkan siaran radio kissi 93,4 fm dan pegaruhnya terhadap perilaku remaja. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Riyanto, S, Richard W.E.L, dan Hadiyanto. 1991. Penyisipan penyiaran informasi pertanian dalam acara hiburan siaran radio di DAS Citanduy, Jawa Barat.

Umar H. 2003.  Studi Kelayakan Bisnis.  Edisi 2.  PT Gramedia Pustaka Utama.  Jakarta. 462 ha

PERANAN DAN BANTUAN MEDIA MASSA UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL

Kelompok 5

Donnie Aqsha                                 A14051164

Yusnita Sari                                    A24051629

Arya Widura Ritonga                     A24051682

Najmi Ridha Syabani                     A24051758

Yohanes Andika Fajar                    A44052289

Aulia Vabianto                               A44051767

Pada saat sebelum kemerdekaan, media massa hanya sebatas fungsi pengamatan, karena pada saat itu media massa hanya memberikan informasi kepada masyarakat. Begitupun pada masa orde lama, fungsi yang lebih terlihat adalah fungsi pengajaran, namun informasi yang diberikan kepada masyarakat jauh lebih banyak dibandingkan pada massa sebelum kemerdekaan, hal ini dikarenakan media massa pada massa orde lama sudah memiliki kebebasan dalam memberikan informasi tidak seperti pada saat sebelum kemerdekaan yang masih sembunyi-sembunyi.

Fungsi pengajaran mulai terlihat pada masa orde baru. Melalui media massa pemeritah mengajarkan berbagai pengetahuan kepada masyarkat, seperti cara bercocok yang baik, Program Keluarga Berencana, Koperasi Unit Desa, dll. Namun, sangat disayangkan pada masa ini belm terlihat adanya fungsi media massa sebagai pengambilan keputusan politik, karena adanya intervensi pemerintah dalam pemberitaan media massa.

Perkembangan media massa pada masa reformasi selain berfungsi sebagai pengamatan dan pengajaran, juga berperan dalam pengambilan keputusan politik, hal ini karena media massa telah memiliki kebebasan yang luasssssssssssssssss banget dalam memberikan informasi dan berita kepada masyarakat baik yang bersifat politik, ekonomi, social dan budaya. Sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengambilan keputusan seperti yang terjadi dalam kasus perancangan Undang-Undang Pornografi, Undang-Undang PilPres, dsb

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE