Posts Tagged ‘kacang tanah’

LAPORAN PRAKTEK USAHA PERTANIAN PRODUKSI BENIH KACANG TANAH VARIETAS GAJAH

Download pdf lengkap Laporan Produksi Benih Kacang Tanah klik disini..!!

Latar Belakang

Industri benih berbeda dengan industri lain pada umumnya karena yang dikelola dalam industri benih adalah suatu kehidupan dengan kepekaan yang tinggi terhadap faktor lingkungan baik pada saat diproduksi maupun pada saat penanganan pasca panen sampai dengan rantai pemasarannya. Industri benih sangat terikat waktu. Produksinya tidak dapat dipercepat untuk memenuhi kebutuhan pasar, dan produksinya pun harus dapat mempertahankan sifat genetis dan fisiknya agar benih yang dihasilkan dapat memenuhi kriteria benih yang berkualitas.

Industri benih di Indonesia mempunyai prospek yang baik. Kemampuan produksi benih masih jauh di bawah permintaan kebutuhan benih untuk usaha tani di Indonesia. Kemampuan produksi benih hortikultura masih di bawah 10% dari kebutuhan benih nasional. Indonesia yang merupakan Negara tropis memiliki kondisi lingkungan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia yang sangat potensial untuk menopang perkembangan industri benih nasional. Selain itu, dalam GBHN 1988, pemerintah memberikan peluang yang cukup besar bagi tumbuh dan kembangnya industri benih di Indonesia.

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan salah satu tanaman pangan utama selain beras. Di bidang industri, kacang tanah digunakan sebagai bahan untuk membuat keju, mentega, sabun dan minyak goreng. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. Manfaat daun kacang tanah, selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus juga digunakan sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak (40,50%), protein (27%), karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D, E dan K), juga mengandung mineral antara lain Calcium, Chlorida, Ferro, Magnesium, Phospor, Kalium dan Sulphur.

Produksi kacang tanah per hektar masih belum dapat optimal. Melihat pentingnya komoditi tersebut, maka perlu diupayakan optimalisasi produksi kacang tanah. Upaya optimalisasi produksi kacang tanah dipengaruhi ketersediaan benih bermutu. Permintaan benih kacang tanah  yang tinggi, tidak dapat diimbangi dengan kemampuan dalam memproduksi benih kacang tanah, sehingga pengembangan usaha produksi benih kacang tanah masih cukup potensial untuk dikembangkan. Harga benih kacang tanah yang relatif stabil merupakan salah satu keunggulan dalam usaha produksi benih kacang tanah.

Tujuan

Kegiatan praktik usaha pertanian ini mempunyai tujuan agar:

1.      Mahasiswa mengetahui aspek-aspek dalam kegiatan produksi benih, terutama benih kacang tanah.

2.      Mahasiswa mampu secara teoritis maupun praktis melaksanakan kegiatan produksi benih kacang tanah beserta pemasarannya.

3.      Mahasiswa mampu menganalisa berbagai kendala dalam kegiatan produksi kacang tanah dan mampu memberikan rekomendasi solusi untuk perbaikan ke depannya.


TINJAUAN PUSTAKA

Sejarah Singkat

Kacang tanah merupakan tanaman pangan. Kacang tanah masuk ke Indonesia diperkirakan dibawa oleh para pedagang Spanyol sewaktu melakukan pelayaran dari Meksiko menuju Maluku setelah tahun 1597. Pada tahun 1863, Holle memasukan kacang tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukan pula kacang tanah dari Mesir (Purwono dan Purnamawati, 2007).

Botani dan Klasifikasi

Tanaman kacang tanah memiliki perakaran yang banyak, dalam, dan berbintil. Panjang akarnya dapat mencapai 2 m. Daun kacang tanah merupakan daun majemuk dengan empat helai daun. Setelah penyerbukan, ginofor akan tumbuh dari dasar bunga hingga 15 cm. Ginofor ini akan terus tumbuh secara geotropisme. Setelah menembus tanah dan mencapai kedalaman 2 – 7 cm, ginofor akan tumbuh mendatar, membengkak, dan membentuk polong (Purwono dan Purnamawati, 2007).

Tanaman kacang tanah termasuk kedalam tanaman legu-leguman, berikut adalah taksonomi tanaman kacang tanah:

Kingdom          : Plantae atau tumbuh-tumbuhan

Divisi               : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji

Sub Divisi        : Angiospermae atau berbiji tertutup

Klas                 : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua

Ordo                 : Leguminales

Famili              : Papilionaceae

Genus               : Arachis

Perbanyakan tanaman kacang tanah dilakukan secara generative dengan menggunakan biji. Benih kacang tanah disimpang dalam bentuk polong kering agar tidak mudah rusak. Benih kacang tanah tidak memiliki masa dormansi sehingga mudah tumbuh jika terlambat dipanen. (Purwono dan Purnamawati, 2007).

Morfologi

Bagian-bagian tanaman kacang tanah dapat dideskripsikan sebagai berikut.

1.      Daun

Daun pertama yang tumbuh adalah kotiledon. Daun pertama tersebut terangkat ke atas permukaaan tanah selagi biji kacang berkecambah. Daun berikutnya berupa daun tunggal dan berbentuk bundar. Pada pertumbuhan selanjutnya tanaman kacang tanah membentuk daun majemuk bersirip genap, terdiri atas empat anak daun dengan tangkai daun agak panjang. Helaian anak daun ini beragam: ada yang berbentuk bulat, elips dan agak lancip, tergantung varietasnya. Permukaan daun ada yang tidak berbulu dan ada yang berbulu. Bulu daun ada yang hanya sedikit dan pendek, sedikit dan panjang, banyak dan pendek, ataupun banyak dan panjang.

2.      Batang

Batang tanaman kacang tanah tidak berkayu dan berbulu halus, ada yang tumbuh menjalar dan ada yang tegak. Tinggi batang rata-rata sekitar 50 cm, namun ada yang mencapai 80 cm. tanaman yang bertipe menjalar tumbuh ke segala arah dan dapat mencapai garis tengah 150 cm. bagian bawah batang merupakan tempat menempelnya perakaran tanaman. batang di atas permukaan tanah berfungsi sebagai tempat pijakan cabang primer, yang masing-masing dapat membentuk cabang sekunder. Tanaman tipe tegak membentuk percabangan antara 3-6, sedangkan tipe menjalar dapat membentuk 10 cabang primer. Pada cabang primer terbentuk cabang sekunder dan kemudian tumbuh cabang tersier. Batang dan cabang kacang tanah berbentuk bulat, bagian atas batang ada yang berbentuk agak persegi, sedikit berbulu dan berwarna hijau.

3.      Akar

Kacang tanah berakar tunggang yang tumbuh lurus ke dalam tanah hingga kedalaman 40 cm. pada akar tunggang tersebut tumbuh akar cabang dan diikuti oleh akar serabut. Akar kacang berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman serta alat penyerap air dan zat-zat hara serta mineral dari dalam tanah. Cabang dan akar rambut berperanuntuk memperluas permukaan akar guna meningkatkan daya serap akar tanaman tersebut. Pada pangkal dan cabang akar tunggang kacang tanah biasanya terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium yang berperan dalam penyerapan nitrogen dari udara bebas.

Pada varietas bertipe menjalar, terdapat perakaran tanaman yang muncul dari buku-buku cabang dab menjalar menyentuh tanah. Dengan adanya akar ini, daerah penyerapan unsure hara akan lebih luas karena akar adventif ini juga berfungsi sebagai alat pengisap atau penyerap air dan hara dari dalam tanah.

4.      Bunga

Bunga kacang tanah mulai muncul dari ketiak daun pada bagian bawah tanaman yang berumur antara 4-5 minggu dan berlangsung hingga umur sekitar 80 hari setelah tanam. Bunga berbentuk kupu-kupu (papilionaceus), berukuran kecil, dan terdiri atas lima daun tajuk. Dua diantara daun tajuk tersebut bersatu seperti perahu. Di sebelah atas terdapat sehelai daun tajuk yang paling lebar yang dinamakan bendera (vexillum), sementara di kanan dan kiri terdapat dua tajuk daun yang disebut sayap (ala). Setiap bunga bertangkai berwarna putih. Tangkai bunga sebenarnya adalah tabung kelopak. Mahkota bunga (corolla) berwarna kuning atau kuning kemerah-merahan. Bendera dari makhota bunga bergaris-garis merah pada pangkalnya.

Bunga kacang tanah pada umumnya melakukan penyerbukan sendiri. Penyerbukan terjadi menjelang pagi, sewaktu bunga masih kuncup (kleistogami) (Sumarno, 1986). Penyerbukan silang dapat terjadi, namun persentasenya sangat kecil, sekitar 0, 5 %.

Umur bunga tidak lama: setelah terjadi penyerbukan, daun mahkota mekar penuh, dan pada hari berikutnya akan layu dan gugur. Bunga yang berhasil menjadi polong biasanya hanya bunga yang terbentuk pada sepuluh hari pertama. Bunga yang muncul selanjutnya sebagian besar akan gugur sebelum menjadi ginofora (bakal buah).

5.      Buah

Buah kacang tanah berada di dalam tanah. Setelah terjadi pembuahan, bakal buah tumbuh memanjang dan nantinya akan menjadi tangkai polong. Mula-mula, ujung ginofora yang runcing mengarah ke atas, kemudian tumbuh mengarah ke bawah dan selanjutnya masuk ke dalam tanah sedalam 1-5 cm. pada waktu menembus tanah, pertumbuhan memanjang ginofora akan terhenti. Panjang ginofora ada yang mencapai 18 cm. tempat berhentinya ginofora masuk ke dalam tanah tersebut menajdi tempat buah kacang tanah. Ginofora yang terbentuk di cabang bagian atas dan tidak masuk ke dalam tanah akan gagal membentuk polong.

Setiap polong kacang tanah berisi 1-4 biji, namun kebanyakan 2-3 biji. Setiap pohon memiliki jumlah dan isi polong beragam, tergantung pada varietas dan tanaman yang dibudidayakan. Polong kacang tanah dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal, yaitu:

a.       Berdasarkan ukuran panjangnya, polong kacang tanah dapat dibedakan menjadi lima: sangat kecil (<1,5 cm); kecil (<2 cm); sedang (<2,5 cm); besar (<3 cm); dan sangat besar (>3 cm).

b.      Berdasarkan beratnya, polong kacang tanah dapat dibedakan menjadi lima: sangat kecil (<50 g); kecil (<65 g); sedang (<105 g); besar (<155 g); dan sangat besar (>155 g).

c.       Berdasarkan bentuk paruhnya, polong kacang tanah dapat dibedakan menjadi lima tipe: tidak berparuh, sedikit berparuh, agak berparuh, berparuh, dan sangat berparuh.

d.      Berdasarkan bentuk pinggangnya, polong kacang tanah dapat dibedakan menjadi enam tipe: tidak berpinggang, sedikit berpinggang, agak berpinggang, berpinggang, berpinggang dalam, dan berpinggang sangat dalam.

e.       Berdasarkan lukisan jarring pada kulitnya, polong kacang tanah dapat dibedakan menjadi empat tipe: halus, agak halus, sedang dan kasar.

6.      Biji

Biji kacang tanah terdapat di dalan polong. Kulit luar (testa) bertekstur keras, berfungsi untuk melindungi biji yang berada di dalamnya. Biji terdiri atas lembaga dan keeping biji, diliputi oleh kulit ari tipis(tegmen). Biji berbentuk bulat agak lonjong atau bulat dengan ujung agak datar karena berhimpitan dengan butir biji yang lain selagi di dalam polong. Warna kulit biji bervariasi: merah jambu, merah, cokelat, merah tua, dan ungu. Biji kecil berukuran sekitar 20 g/100 biji, biji sedang sekitar 50 g/100 biji, dan biji besar lebih dari 50 g/100 iji. Varietas local pada umumnya memiliki biji kecil yaitu 30-40 g/100 biji. Rendemen biji dari polong berkisar antara 50 %-70 %.

Benih kacang tanah

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman, batasan tentang benih tanaman (selanjutnya disebut benih) adalah tanaman atas bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan tanaman. benih varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah sebagai benih bina, apabila akan diperbanyak dan diedarkan harus melalui proses sertifikasi serta harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Benih kacang tanah pada hakikatnya adalah biji botanis. Di Indonesia, benih kacang tanah dibedakan berdasarkan mutu genetiknya menjadi empat kelas, yaitu benih penjenis (BS), benih dasar (BD), benih pokok (BP), dan benih sebar (BR).

a.       Benih penjenis adalah benih yang diproduksi dan diawasi serta dievaluasi oleh pemulia tanaman kacang tanag, ditandai dengan label putih.

b.      Benih dasar adalah benih keturunan pertama dari benih penjenis. Benih tersebut diproduksi oleh lembaga atau penangkar, di bawah bimbingan serta pengawasan ketat dari pemulia tanaman kacang tanah. Benih dasar ditandai dengan label putih.

c.       Benih pokok adalah keturunan pertama dari benih dasar atau keturunan kedua dari benih penjenis. Benih tersebut diproduksi oleh lembaga atau penangkar benih di bawah pengawasan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih. Benih tersebut ditandai dengan label ungu.

d.      Benih sebar adalah benih keturunan pertama dari benih pokok. Benih sebar diproduksi oleh penangkar di bawah pengawasan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, ditandai dengan label biru.

Benih kacang tanah secara fisik dipersyaratkan sebagai berikut: memiliki embrio, keeping biji atau kotiledon, dan kulit ari; murni, tidak tercampur benih varietas yang lain, seragam, bernas, tidak keriput, dan kulit ari tidak rusak; embrio dan kotiledon tidak rusak; kadar air kurang dari 10 %; dan daya tumbuh benih lebih dari 80 %. Adapun sifat benih kacang tanah pada umumnya, yaitu sebagai berikut.

a.       Sangat higroskopis Karena mengisap air dari lingkungan sekelilingnya sehingga kadar air biji akan cepat naik mengikuti pola kelembaban udara/tanah di tempat benih tersebut diletakkan.

b.      Proses metabolisme dan respirasi dalam benih sangat tinggi sehingga pada kondisi penyimpanan yang bersuhu tinggi, daya tumbuhnya akan cepat menurun.

c.       Kulit ari biji umumnya tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan, bakteri maupun virus.

Deskripsi kacang tanah varietas Gajah

Asal                             : Persilangan antara no. 21 dan no. 111

Batang                         : Berdiri tegak, berwarna hijau muda berbulu putih

Daun                           : Berwarna hijau muda, berbulu putih

Warna bunga               : Kuning

Warna ginofora           : Ungu/ keunguan

Konstruksi polong      : Sedikit dengkeng (wenningingesnoerd), berurat agak kasar, dan pelatuk kurang jelas

Warna kulit biji           : Merah jambu/ros

Ketahanan                   :Tahan terhadap penyakit layu (Pseudomonas solanacearum)

Umur berbunga           : ± 30 hari

Umur panen                : 100-110 hari

Bobot 1000 biji           : 537 g

% polong kering          : 60-70 %

Potensi hasil                : 12-18 kw polong kering/ha

Kadar lemak                : 48 %

Kadar protein              : 29 %

Produksi Benih Kacang Tanah

Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan produksi benih kacang tanah adalah:

  • Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan dengan alat cangkul, luku atau traktor sedalam 20-30cm. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan pengisapan zat hara oleh tanaman dapat berlangsung dengan baik.

  • Penanaman

Penanaman dilakukan dengan menggunakan tugal sedalam 3 cm dengan 2 butir benih perlubang dan jarak tanam 40 cm x 10 cm. Kemudian lubang tanam ditutup tanah secara tipis.

  • Pemeliharaan

1.      Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea, SP36 dan KCI dengan dosis 60-90 kg Urea, 60-90 kg SP36 dan 50 kg KCI. Per hektar. Pemupukan dilakukan dengan memasukkan pupuk kedalam lubang tugal disisi kiri kanan lubang tanam atau disebar merata kedalam larikan.

2.      Penyulaman

Penyulaman dilakukan apabila ada benih yang tidak tumbuh. Penyulaman dilakukan dengan membuat lubang tanam baru pada bekas lubang tanam terdahulu. Tujuan dari penyulaman ini adalah untuk mempertahankan populasi.

3.      Penyiangan dan pembumbunan

Penyiangan dilakukan 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dan penyiangan kedua dilakukan pada umur 40 bari setelah tanam. Pada penyiangan kedua ini juga dilakukan pembumbunan yaitu tanah digemburkan kemudian ditimbun didekat pangkal batang tanaman. Pembumbunan bertujuan memudahkan bakal buah menembus permukaan tanah sehingga pertumbuhannya optimal.

4.      Roguing

Produsen benih bersertifikat disarankan me-roguing tanamannya pada fase vegetative (sekitar 15 HST) dan sebelum pemeriksaan kedua berakhir (20 hari sebelum panen), walaupun dengan system perbanyakan benih poligenerasi pemeriksaan penanaman hanya dilakukan pada fase pembungaan. Roguing pertama didasarkan pada warna hipokotil, sedangkan yang kedua berdasarkan pada tipe pertumbuhan. Selain itu tanaman simpang dapat dibedakan berdasarkan ukuran tanaman, warna helaian daun, warna bunga atau selainnya.

5.      Pengairan

Tanaman kacang tanah tidak menghendaki air yang menggenang. Fase kritis untuk tanaman Kacang Tanah adalah rase perkecambahan, rase pertumbUhan dan rase pengisian polong. Waktu pengairan yang baik adalah pagi atau sore hari dengan cara dileb hingga tanah cukup basah.

6.      Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Pengendalian dilakukan dengan cara manual dan kimia. pengendalian secara manual digunakan apabila serangan tidak terlalu banyak, sedangakan pengendalian secara kimiawi dipakai jika serangan hama dan penyakit sudah menghawatirkan.

  • Pemanenan

Penentuan saat panen yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

- Sebagian besar daun menguning dan gugur ( rontok ).
- Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua. “
- Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
- Kulit biji tipis dan mengkilap.
- Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.

  • Pengujian

Pengujian yang dilakukan dalam kegiatan produksi benih kacang tanah adalah pengujian kadar air benih dan pengujian daya berkecambah benih. Pengujian kadar air dilakukan secara langsung dengan menggunakan oven pada saat setelah panen dan sebelum dikemas. Pengujian daya berkecambah dilakukan dengan UKD-DP.

  • Pasca panen

Kegiatan pokok pasca panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

a. Setelah dipanen brangkasan Kacang Tanah dipotong lebih kurang 10 cm kemudian dibersihkan.
b. Pemipilan
Pipil polong Kacang Tanah dari batangnya dengan tangan.
c. Pengeringan
Tebarkan polong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering (Kadar air 9% – 12%).
d. Penyimpanan.

1) Penyimpanan dalam bentuk polong kering.Masukkan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat, lalu simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.
2) Penyimpanan dalam bentuk biji kering.Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.

Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman

Analisis Usaha Budidaya

Tabel 1 Analisis Produksi Benih Kacang Tanah
No Uraian Kebutuhan Satuan Harga/Satuan Jumlah
(Rp) (Rp)
A Biaya
1 Sewa Lahan 1 Musim Tanam 1 ha 1000000 1000000
2 Benih 50 Kg 15000 750000
3 Pupuk dan Kapur
Urea 50 Kg 1600 80000
SP-36 100 Kg 1600 160000
KCl 100 Kg 2250 225000
Kapur 500 Kg 300 150000
4 Pestisida
Pestisida cair 2 Liter 60000 120000
Insektisida butiran 10 Kg 10000 100000
5 Tenaga Kerja
Pengolahan tanah 30 HOK 20000 600000
Penanaman 20 HOK 20000 400000
Pemeliharaan 30 HOK 20000 600000
Panen dan Pasca Panen 20 HOK 20000 400000
6 Penyusutan Alat 1 Paket 100000 100000
Total 4685000
B Pendapatan 2000 kg 3500 7000000
c Keuntungan 2315000
D R/C Rasio 1,49413

BAHAN DAN METODE

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan produksi benih kacang tanah ini dimulai dari tanggal 5 September 2008 sampai dengan 28 November 2008 di Kebun Percobaan Leuwikoppo Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi benih kacang tanah adalah: Lahan tanam, benih kacang tanah varietas gajah, furadan, pupuk organik dan anorganik, dan pestisida.

Alat-alat yang digunakan dalam kegiatan produksi benih kacang tanah adalah: Cangkul, tugal, koret, karung, oven, dryer, aluminiumfoil, kertas kopi, dan lain-lain.

Metode Pelaksanaan

Kegiatan produksi benih kacang tanah yang dilakukan dimulai dari kegiatan pemeliharaan, bukan dimulai dari pengolahan tanah pada umumnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan produksi benih kacang tanah adalah:

  • Perencanaan

Perennaan dilakukan oleh semua anggota tim pratikan produksi benih yang dibimbing oleh Ibu Tatik sebagai dosen pembimbing kelompok pratikum produksi benih.

  • Penanaman

Pengolahan tanah tidak dilakukan oleh pratikan tetap dikerjakan oleh para pekerja.

  • Pemeliharaan

1.      Pemupukan

Pupuk yang diberikan ditujukan untuk pemupukan tanaman jarak, Sehingga tidak dilakukan pumupukan khusus untuk tanaman kacang tanah yang ditanam sebgai tanaman sela pada penanaman tanaman jarak.

2.      Penyulaman

Pratikann tidak melakukan kegiatan penyulaman.

3.      Penyiangan dan pembumbunan

Penyiangan dilakukan setiap minggu sampai saat panen panen tiba sedangkan pembubunan dilakukan setiap minggu sampai tanaamn tidak mengahasilkna bunga lagi.

4.      Roguing

Roguing dilakukan setiap minng bersama denga kegiatan penyiangan.

5.      Pengairan

Tidak diberikan pengairan yang rutin pada kegiatan pertanaman ini. pengairan hanya bertumpu pada air hujan.

6.      Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Pengendalian dilakukan dengan cara manual dan kimia. pengendalian secara manual digunakan apabila serangan tidak terlalu banyak, sedangkan pengendalian secara kimiawi dipakai jika serangan hama dan penyakit sudah menghawatirkan.

  • Pemanenan

Penentuan saat panen yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

- Sebagian besar daun menguning dan gugur ( rontok ).
- Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua. “
- Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
- Kulit biji tipis dan mengkilap.
- Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.

  • Pengujian

Pengujian yang dilakukan dalam kegiatan produksi benih kacang tanah adalah pengujian kadar air benih dan pengujian daya berkecambah benih. Pengujian kadar air dilakukan secara langsung dengan menggunakan oven pada saat setelah panen dan sebelum dikemas. Pengujian daya berkecambah dilakukan dengan UKDdp.

  • Pasca panen

Kegiatan pokok pasca panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

a. Setelah dipanen brangkasan Kacang Tanah dipotong lebih kurang 10 cm kemudian dibersihkan.
b. Pemipilan
Pipil polong Kacang Tanah dari batangnya dengan tangan.
c. Pengeringan
Tebarkan polong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering (Kadar air 9% – 12%).
d. Penyimpanan.

1) Penyimpanan dalam bentuk polong kering.Masukkan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat, lalu simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.
2) Penyimpanan dalam bentuk biji kering.Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.
  • Penjualan

Penjualan dilakukan dalam bentuk kemasan 1 Kg yang masing-masing dijual sengan harga Rp 15.000/Kg. Penjulan benih kacang tanah dilakukan disekitar kampus dan Bogor.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Produksi Kacang Tanah

Pratikum praktek usaha pertanian produksi benih kacang tanah menghasilkan total berat benih sebesar 13 Kg. Benih-benih tersebut diperoleh dari hasil tiga kali panen. Panen pertama menghasilkan 25 Kg, panen kedua mengahsilkan 24 kg, dan panen ketiga menghasilkan 6.75 kg. Setelah dilakukan pengeringan, pengujian, dan sortasi dihasilkan total 13 kg benih kacang tanah siap jual. Data produksi benih kacang tanah dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 2 Produksi Benih Kacang Tanah per  640 m²
Total Berat Basah Benih Kacang Tanah
Panen 1 25 Kg 9 Kg
Panen 2 24 Kg 2 Kg
Panen 3 6.75 Kg 2 Kg

Produksi kacang tanah yang total sebesar 55.75 kg merupakan pencapaian produksi yang masih rendah dan masih dibawah standar yang ada. Faktor utama yang menyebabkan produksi kacang tanah menjadi rendah adalah tujuan awal penanaman tanaman kacang tanah yang akan dijadikan benih bukan untuk produksi benih, melainkan untuk tanaman konsumsi dan hanya ditanam sebagai tanaman sela pada tanaman jarak sehingga menyebabkan kegiatan budidaya tanaman kacang tanah menjadi tidak maksimal.

Penanaman kacang tanah sebagai tanaman sela pada tanaman jarak ini menyebakan beberapa hal, yaitu pertama, pada produksi benih kacang tanah  tidak dilakukan pemupukan secara khusus untuk tanaman kacang tanah. Dosis pupuk yng diberikan terbatas untuk tanaman jarak. Sehingga pemupukan yang diberikan hanya secara khusus bertujuan untuk menyediakan hara bagi tanaman jarak bukan untuk tanaman kacang tanah. Tanaman kacang tanah hanya sebatas mengambil hara-hara sisa dari unsur yang ditujukan untuk tanaman jarak. Kekurangan hara pada akhirnya menyebabkan produksi kacang tanah menjadi tidak maksimal. Kedua, tidak dilakukan pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hanya dilakukan pada tanaman jarak sebagai tanaman utama. Keadaan lahan yang kurang baik menjadikan semakin bertambah parahnya serangan penyakit terhadap tanaman kacang tanah. Hal yang paling nyata terlihat adalah sebagian tanaman kacang tanah pertumbuhannya menjadi kerdil seperti pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah Menjadi Kerdil Akibat Serangan Hama dan Penyakit

Faktor lain menyebabkan rendahnya produksi kacang tanah adalah tidak dilakukannya kegiatan penyiangan dan pembumbunan dengan baik. Kegiatan penyiangan yang tidak baik menyebabkan terjadinya kompetisi hara antara tanaman optimum, dan ditambah lagi pemupukan yang dilakukan ditujukan untuk tanaman jarak menyebabkan tanaman kacang tanah mengalami defisiensi hara. Selain itu, keberadaan gulma yang tidak terkendali menyebabkan tanaman kacang tanah tidak terlihat sehingga tanaman kacang tanah menjadi sulit panen pada saat pemanenan seperti yang terdapat pada gambar 2.

Gambar 2. Tanaman Kacang Tanah yang Tidak Jelas Terlihat Akibat Tidak Terkendalinya Gulma

Pembumbunan yang tidak baik menyebabkan bunga tanaman kacang tanah menjadi tidak tertimbun tanah sehingga akhirnya tidak dapat menjadi polong yang berisi. Gambar 3 memperlihatkan tanaman kacang tanah yang mengahasilkan polong yang tidak maksimal akibat tidak dikukannya penyiangan dan pembumbunan yang baik.

Gambar 3 Tanaman Kacang Tanah Tidak Menghasilkan Polong Kacang Tanah Yang Tidak Maksimal

Produksi Benih Kacang Tanah

Produksi benih kacang tanah sebesar 13 kg sangat tidak optimal. Dari data pada tabel 1 diperoleh bahwa rendemen benih kacang tanah sebesar 23 %. Angka ini masih jauh dibawah standar yang ada yaitu 40 %. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi benih kacang tanah.

Faktor pertama adalah rendahnya produksi kacang tanah sebagai calon benih kacang tanah. Produksi kacang tanah yang hanya sebesar 55.75 kg atau sebesar 871 kg/ha masih dibawah standar yang ada yaitu 1.5-2.5 ton/ha. Faktor-faktor penyebab rendahnya produksi kacang tanah telah dijelaskan sebelumnya.

Faktor kedua adalah tidak dilakukannya kegiatan roguging dengan maksimal. Sehingga banyak calon benih kacang tanah yang tidak sesuai dengan kriteria varietas tanaman kacang tanah yang ditanam. Pada akhirnya calon benih kacang tanah yang tidak sesuai kriteria harus dibuang yang menyebabkan rendahnya produksi benih kacang tanah.

Faktor ketiga adalah kegiatan pasca panen yang kurang baik, diantaranya pengeringan yang kurang optimal. Kegiatan pengeringan tidak dilakukan secara intensive setelah panen sehingga calon benih harus disimpan masih dalam kadar air yang tinggi. Penyimpanan clon benih kacang tanah dalam keadaan kadar air yang masih tinggi menyebabkan calon benih banyak yang terserang cendawan sehingga calon benih yang terserang cendawan harus segera dipisahkan. Kegiatan pengeringan yang terlalu sering dan lama pun dapat menyebabkan terlalu rendahnya kadar air (KA) benih, sehingga bobot total benih menjadi semakin berkurang seperti yang terlihat pada tabel 2, 3, dan 4.

Tabel 3. KA Panen kering 1 (8/11/2008)

Ulangan W1(g) W1+B1 (g) BB (g) W2(g) W2+B2 (g) BK (g) KA (%)
1 0.6 3.6 3.0 0.6 3.5 2.9 3.3
2 0.7 4.1 3.4 0.6 3.8 3.2 5.8
3 1.9 4.7 2.8 2.0 4.7 2.7 3.6
Total 4.2

Tabel 4. KA Panen kering 2 (20/11/2008)

Ulangan W1(g) W1+B1 (g) BB (g) W2(g) W2+B2 (g) BK (g) KA (%)
1 0.8 3.6 2.8 0.8 3.5 2.7 3.6
2 0.8 3.6 2.8 0.8 3.4 2.6 7.1
3 0.6 2.8 2.2 0.6 2.7 2.1 4.5
Total 5.1

Tabel 5. KA Panen kering 3 (20/11/2008)

Ulangan W1(g) W1+B1 (g) BB (g) W2(g) W2+B2 (g) BK (g) KA (%)
1 1.5 4.8 3.3 1.5 4.7 3.2 3.0
2 1.1 3.6 2.5 1.1 3.6 2.5 0.0
3 0.9 3.2 2.3 0.8 3.0 2.2 4.3
Total 3.6

Keterangan :

W1 = Berat wadah sebelum dioven

B1 = Berat benih sebelum dioven

W2 = Berat wadah setelah dioven

B2 = Berat benih setelah dioven

Rata-rata KA benih kacang tanah yang diproduksi adalah 4.3 %. KA benih kacang tanah ini jauh dibawah KA kacang tanah yang baik, yaitu berkisar antara 9% – 12%.  Hal-hal tersebut menyebabkan produksi benih kacang tanah menjadi smakin sedikit.

Penyimpanan calon kacang tanah dilakukan di pada awalnya dilakukan di depan Laboratorium Processing Benih. Penyimpanan di tempat tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi benih kacang tanah yang dihasilkan. Hal ini karena calon benih kacang tanah masih dapat terkena cipratan air hujan sehingga karung tampat penyimpanan calon benih kacang tanah menjadi lembab dan menyebabkan calon benih kacang tanah mudah terkena serangan cendawan.

Selain pengeringan dan penyimpanan, penyortiran merupakan salah satu kegiatan pasca panen yang menyebabkan sedikitnya produksi benih kacang tanah. Para penyortir masih kurang berpengalaman dalam kegiatan penyortiran, sehingga banyak calon benih yang menjadi terbuang saat penyortiran

Pemasaran

Pemasaran benih kacang tanah tidak dapat terlaksana dengan baik. Hal ini karena masih rendahnya kualitas benih yang dihasilkan. Hal ini terlihat dari daya berkecambah (DB) benih yang diproduksi. DB benih yang diproduksi tidak seragam, benih hasil panen pertama mempunyai DB lebih dari 90 %, namun benih hasil panen kedua tidak sampai 75 % seperti yang terlihat pada tabel 5.

Tabel 6. Hasil Pengujian Daya Berkecambah Benih Kacang Tanah

Ulangan Panen 1 Panen 2
3 HST 5 HST 3 HST 5 HST
1 22 22 18 19
2 24 24 21 16
3 23 23 18 19
4 22 22 21 21
5 22 23 15 15
DB (%) 90.4 91.2 74.4 72
DB rata-rata (%) 90.8 73.2

Keterangan :

Setiap ulangan terdiri atas 25 benih kacang tanah

Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah keterlambatan panen dan ditambah parah lagi dengan penanaman tanaman yang pada awalnya bukan untuk produksi benih kacang tanah. Kejelasan megenai varietas sangat menetukan kualitas atau mutu benih yang dihasilkan. Pada awal penanaman yang bertujuan untuk konsumsi ini menyebabkan menjadi tidak jelasnya varietas benih yang ditanam, walaupun diketahui bahwa yang ditanam adalah varietas gajah. Selain itu, kegiatan roguing yang tidak maksimal menyebakan hasil panen menjadi tidak seragam. Salah satu contoh adalah jumlah biji pada polong yang masih banyak yang hanya 1 dan 4 biji per polong. Hal ini tidak sesuai dengan kriteria benih varietas gajah yang dua biji per polong.

Survei pasar yang kurang baik pun menyebabkan kurang berhasilnya pemasaran benih kacang tanah. Mengetahui pasar dan mengetahui harga penjualan benih sebelum memproduksi benih dilakuakan dengan baik sehingga mengalami kesulitan dalam kegiatan pemasaran benih yang dihasilkan

Analisis Usaha Tani Produksi Benih Kacang Tanah

Secara keseluruhan produksi kacang tanah mengalami kerugian. Faktor utama yang menyebabkan kerugian tersebut adalah rendahnya produksi benih kacang tanah yang dihasilkan. Selain itu, mahalnya biaya dan tidak efisiennya penggunaan tenaga kerja juga menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya kerugian dalam produksi benih kacang tanah.

Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan diketahui bahwa kacang tanah pada luasan satu hektar mampu menghasilkan produksi sebesar 2 ton polong basah. Bila kacang tanah tersebut dijual sebagai kacang konsumsi dengan harga Rp. 4,000,- per kilogram, maka pendapatan yang diperoleh adalah 8 juta. Ketika kacang tanah dipersiapkan menjadi benih, maka akan terjadi penyusutan sebesar 40% dari total produksi menjadi 800 kg. Pendapatan yang diperoleh ketika kacang tanah dijual sebagai benih dengan harga jual Rp. 15,000,- per kilogram, diperoleh pendapatan sebesar 12 juta. Namun, kegiatan budidaya dan pasca panen yang tidak baik menyebabkan rendahnya jumlah benih kacang tanah yang dihasilkan. Keuntungan yang seharusnya diperoleh akhirnya menjadi tidak dapat dirasakan.

No Uraian Satuan Volume Harga/satuan Jumlah
1. Sewa lahan M2 640 75.000/300 m2 165,000
2. Benih Kacang Kg 7 17,500 122,500
3. Furadan Kg 1,5 10,000 15,000
4. Plastik pack 1 9,500 9,500
5. Pengolahan Tanah HOK 9 25,000 225,000
6. Upah Tanam HOK 2 20,000 40,000
TOTAL 577,000
7. Produksi kg 13 15,000 195,000
Benefit -382,000
R/C 0,34

Tabel 7. Analisis Usaha Tani Produksi Benih Kacang Tanah

Tabel 8. Perbandingan  pendapatan produksi normal dengan Praktik Usaha Pertanian (PUP)

Produksi Harga Jual (Rp) Pendapatan (640 m2) Pendapatan 1 ha
640 m2 1 ha
Produksi Normal Konsumsi 128 kg 2,000 kg 4,000 512,000 8,000,000
Benih(Penyusutan 40%) 51,2 kg 800 kg 15,000 768,000 12,000,000
Produksi PUP Konsumsi 57 kg 891 kg 4,000 288,000 3,564,000
Benih 13 kg 203 kg 15,000 195,000 3,045,000
Bila (Penyusutan 40%) 23 kg 356 kg 345,000 5,340,000


KESIMPULAN DAN SARAN

Usaha produksi kacang tanah mempunyai mprospek yang sangat baik untuk diusahakan dimasa mendatang. Banyak faktor yang sangat menentukan dan mempengaruhi keberhasilan produksi benih kacang tanah. Kegiatan budidaya yang baik, penanganan pasca panen yang tepat, kualitas benih yang dihasilkan, dan pemasaran yang baik merupakan faktor kunci keberhasilan produksi benih kacang tanah.

Produksi Benih komoditi selain kacang tanah sebaiknya dicoba untuk dipratikumkan kepada mahasiswa, sehingga dapat menambah pengalaman mahasiswa dalam kegiatan produksi benih.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE